Polling Bulan Ini

Bagaimanakah PBM semester Gasal 2015 - 2016

sangat baik
Baik
Cukup
Kurang baik

Lihat Hasil Polling
Download Terbaru
Hubungi Kami
  • Untuk info lebih lanjut, silahkan hubungi kami via YM.

  • Peraturan Akademik
    Share this article on :

    1.       Penyelenggaraan Pendidikan

    Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal menyelenggarakan pendidikan dengan Sistem Kredit Semester. Tujuan Sistem Kredit Semester adalah:

    1)       Memberikan kesempatan kepada mahasiswa yang cakap dan giat belajar agar dapat menyelesaikan studi dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.

    2)       Memberikan kesempatan kepada mahasiswa agar dapat mengambil mata kuliah-mata kuliah yang sesuai dengan minat, bakat dan kemampuannya.

    1. Setiap tahun akademik dibagi dalam dua semester yang masing-masing terdiri atas minimum 16 minggu yang dilaksanakan sesuai dengan kalender akademik Sekolah Tinggi.
    2. Kegiatan semester sisipan/pendek dapat diselenggarakan di antara semester genap dan semester gasal atau sebaliknya yang kegiatannya ekivalen dengan satuan kredit semester (sks).
    3. Penyelenggaraan administrasi akademik pada semester sisipan/pendek adalah sebagai berikut :

    1)       Digunakan untuk perbaikan nilai, mengulang dan/atau pengambilan mata kuliah yang pernah ditempuh;

    2)       Beban studi maksimum 10 sks kecuali tingkat akhir dengan persetujuan dari PA;

    3)       Jumlah Minimal terselenggaranya semester sisipan/pendek adalah 10 mahasiswa kecuali tingkat akhir;

    4)       Perolehan nilai dan sks tidak digunakan untuk perhitungan beban studi;

    5)       Berorientasi kepada kalender akademik yang berlaku;

    6)       Tidak diperhitungkan dalam perhitungan lama studi;

    7)       Pelaksanaan administratif (KRS, administrasi keuangan dll.) dan operasional diserahkan kepada masing-masing program studi dengan memperhitungkan sumberdaya yang tersedia.

    1. Besarnya jumlah biaya yang harus dibayar oleh mahasiswa untuk mengikuti kegiatan semester sisipan/pendek ditetapkan Ketua Program Studi setelah memperoleh persetujuan Ketua Sekolah Tinggi.
    2. Penanggung jawab semester sisipan/pendek adalah Ketua Program Studi atau Sekretaris Program Studi bidang akademik yang membentuk panitia/tim yang melibatkan unsur administrasi sekolah tinggi.

     2.       Satuan Kredit Semester (sks)

    1. Satu sks beban akademik dalam bentuk kuliah setara dengan upaya mahasiswa yang meliputi 50 menit tatap muka, 60 menit kegiatan terstruktur dan 60 menit kegiatan mandiri per minggu selama satu semester.
    2. Satu sks kegiatan praktikum setara dengan 100 menit kerja di laboratorium per minggu selama satu semester.
    3. Satu sks Pengalaman belajar Klinik/Lapangan setara dengan 240 menit kerja di lapangan per minggu selama satu semester.
    4. Satu sks beban akademik dalam bentuk seminar dan kapita selekta yang mewajibkan mahasiswa memberikan penyajian pada forum sama seperti pada penyelenggaraan kuliah yaitu mengandung acara 50 menit tatap muka per minggu.
    5. Satu sks beban akademik dalam bentuk penelitian dalam rangka penyusunan skripsi adalah beban tugas penelitian sebanyak 3 sampai 4 jam per minggu selama satu semester.
    6. Perencanaan, penyusunan dan pelaksanaan program pendidikan menggunakan tolok ukur satuan kredit semester (sks) sebagai beban akademik.

     

    3.       Kurikulum

    Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

    Kurikulum yang menjadi dasar penyelenggaraan program sarjana dan program profesi terdiri atas :

    1)       Kurikulum inti;

    2)       Kurikulum institusional.

    Kurikulum inti terdiri atas:

    1)       Kelompok Matakuliah Pengembangan Kepribadian (MPK);

    2)       Kelompok Matakuliah Keilmuan dan Ketrampilan (MKK);

    3)       Kelompok Matakuliah Keahlian Berkarya (MKB);

    4)       Kelompok Matakuliah Perilaku Berkarya (MPB);

    5)       Kelompok Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB).

    1. Kurikulum inti program sarjana berkisar antara 40% - 80% dari jumlah sks kurikulum program sarjana.
    2. Kurikulum inti program diploma sekurang-kurangnya 40% dari jumlah sks kurikulum program diploma.
    3. Kurikulum institusional program sarjana dan program diploma terdiri atas keseluruhan atau sebagian dari :

    1)       Kelompok MPK yang terdiri atas matakuliah yang relevan dengan tujuan pengkayaan wawasan, pendalaman intensitas, pemahaman, dan penghayatan MPK inti.

    2)       Kelompok MKK yang terdiri atas matakuliah yang relevan untuk memperkuat penguasaan dan memperluas wawasan kompetensi keilmuan atas dasar keunggulan kompetitif serta komparatif penyelenggaraan program studi bersangkutan.

    3)       Kelompok MKB yang terdiri atas matakuliah yang relevan, bertujuan untuk memperkuat penguasaan dan memperluas wawasan kompetensi keahlian dalam berkarya di masyarakat sesuai dengan keunggulan kompetitif serta komparatif penyelenggaraan program studi bersangkutan.

    4)       Kelompok MPB yang terdiri atas matakuliah yang relevan bertujuan untuk memperkuat penguasaan dan memperluas wawasan, perilaku berkarya sesuai dengan ketentuan yang berlaku di masyarakat untuk setiap program studi.

    5)       Kelompok MBB yang terdiri atas matakuliah yang relevan dengan upaya pemahaman serta penguasaan ketentuan yang berlaku dalam berkehidupan di masyarakat, baik secara nasional maupun global, yang membatasi tindak kekaryaan seseorang sesuai dengan kompetensi keahliannya.

    1. Kelompok MPK pada kurikulum inti yang wajib diberikan dalam kurikulum setiap program studi/kelompok program studi terdiri atas matakuliah: Pendidikan Agama, dan Pendidikan Kewarganegaraan.
    2. Kelompok mata kuliah yang secara institusional wajib diberikan pada setiap program studi adalah: Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Statistika.
    3. Kelompok MBB secara institusional yang wajib diberikan oleh program studi adalah mata kuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar.
    4. Penyelenggaraan proses pembelajaran diutamakan dengan sistem SCL.

     

    1. 4.       Beban, Masa Studi dan Penentuan Matakuliah
      1. Pendidikan program S1 mempunyai beban studi 144-160 sks yang dijadwalkan untuk 8 (delapan) semester dan dapat ditempuh dalam waktu kurang dari 8 (delapan) semester dan paling lama 14 (empat belas) semester.
      2. Pada semester pertama mahasiswa baru wajib mengambil paket beban studi maksimal 22 sks.
      3. Pada semester selanjutnya beban studi yang boleh diambil mahasiswa ditetapkan berdasarkan Indeks Prestasi (IP) yang dicapai pada semester sebelumnya, tanpa memperhitungkan nilai semester sisipan/pendek, dengan ketentuan sebagai berikut:

    1)       IP semester  ≥ 3,00 boleh mengambil maksimal 24 sks;

    2)       2,50 ≤ IP semester ≤ 2,99 boleh mengambil maksimal 22 sks;

    3)       2,00 ≤ IP semester ≤ 2,49 boleh mengambil maksimal 20 sks;

    4)       IP semester < 2,00 boleh mengambil maksimal 18 sks.

    1. Penentuan matakuliah-matakuliah dalam Kartu Rencana Studi (KRS) untuk memenuhi jumlah kredit yang akan diambil pada awal setiap semester dilakukan oleh mahasiswa dengan persetujuan dosen wali.
    2. KRS yang telah disetujui oleh dosen wali harus diserahkan ke Bagian Administrasi Akademik.

     

    1. 5.       Penilaian Hasil Belajar
      1. Terhadap kegiatan dan kemajuan belajar mahasiswa dilakukan penilaian berkala dalam bentuk :

    1)       Ujian tertulis terdiri atas :

    a)       Kuis/tes kecil/responsi;

    b)       Ujian tengah semester dan atau tentamen;

    c)       Ujian akhir semester;

    2)       Ujian praktikum;

    3)       Ujian lisan terdiri atas ujian komprehensif atau ujian skripsi atau tugas akhir atau ujian karya tulis;

    4)       Tugas akhir dalam bentuk skripsi.

    5)       Berdasarkan alasan tertentu yang dapat dipertanggungjawabkan penilaian hasil belajar dapat dilakukan dengan bentuk-bentuk lain.

    1. Syarat Ujian Semester :

    1)       Terdaftar sebagai peserta matakuliah yang bersangkutan yaitu yang tercantum dalam daftar peserta kuliah (DPK);

    2)       Telah mengikuti matakuliah yang bersangkutan sekurang-kurangnya 75% pada semester yang berjalan;

    3)       Telah menyelesaikan pembayaran biaya pendidikan pada semester berjalan.

    Syarat ujian akhir program :

    Telah menyelesaikan semua beban kredit matakuliah atau beban kredit mata kuliah minimum yang ditetapkan oleh program studi dan telah menyelesaikan biaya pendidikan.

    Sistem Penilaian

    1)       Jenis penilaian dan cara melakukannya disesuaikan dengan sifat matakuliah.

    2)       Nilai hasil belajar dinyatakan dengan huruf dan nilai bobot sebagai berikut :

    a)       A    = 4 ;

    b)       B    = 3 ;

    c)       C    = 2 ;

    d)       D    = 1 ;

    e)       E    = 0.

    3)       Nilai D dan E dianggap tidak lulus, dan wajib mengulang program pembelajaran dan ujian.

    4)       Mahasiswa yang mendapat nilai B dan C diberi kesempatan untuk memperbaiki nilai dan diakhir program yang dipakai adalah nilai yang terbaik.

    5)       Nilai hasil ujian diumumkan secara terbuka.

    6)       Mahasiswa dimungkinkan untuk memperbaiki nilai hasil ujian di lain semester.

    7)       Jika karena suatu hal nilai belum dapat ditentukan, maka kepadanya diberikan nilai TL yang berarti tidak lengkap dengan nilai bobot nol (0).

    1. Syarat ujian, jadwal ujian, keabsahan peserta ujian dan tata tertib ujian diatur lebih lanjut oleh program studi.
    2. Keberhasilan Menyelesaikan Studi

    Mahasiswa berhasil menyelesaikan pendidikan program sarjana (lulus sarjana), yang dinyatakan dalam yudisium kelulusan apabila telah memenuhi persyaratan akademik sebagai berikut :

    1)       Telah berhasil mengumpulkan sejumlah sks yang ditetapkan di dalam kurikulum program studi (termasuk di dalamnya ujian akhir program bagi yang menyelenggarakannya);

    2)       Telah memiliki sertifikat TOEFL atau Institusional TOEFL dengan skor minimum 400 yang diperoleh dalam masa studi.

    3)       IPK ≥ 2,00 program sarjana, dan ≥ 3,00 bagi program profesi.

    4)       Dalam transkrip tidak boleh ada nilai D.

    5)       Transkrip lulusan S1 yang berasal dari lulusan DIII mencakup mata kuliah hasil konversi dan mata kuliah yang ditempuh pada program S1.

    6)       Tanggal kelulusan adalah tanggal penetapan IPK akhir program.

     

    6.       Predikat Kelulusan

    Predikat kelulusan program sarjana dan program profesi adalah sebagai berikut :

    INDEKS PRESTASI

    PREDIKAT

    2,00 – 2,75

    Memuaskan

    2,76 – 3,50

    Sangat memuaskan

    3,51 – 4,00

    Dengan pujian (cumlaude)

    1. Ketua Sekolah Tinggi memberikan penghargaan piagam kepada lulusan dengan predikat dengan pujian (cumlaude).
    2. Predikat kelulusan dengan pujian (cumlaude) tidak diberikan kepada lulusan S-1 yang berasal dari lulusan program D III dan atau program sarjana muda yang sejenis (lintas jalur).

     

    7.       Penghentian Studi Sementara (Cuti Akademik)

    Mahasiswa yang merencanakan menghentikan studi untuk sementara waktu harus memenuhi ketentuan-ketentuan sebagai berikut:

    1)       Program Sarjana (S1)

    a)       Sudah mengumpulkan paling sedikit 45 sks dan IPK ≥ 2,00

    b)       Mendapat ijin tertulis.

    2)       Program S1 dari D-III

    a)       Sudah mengumpulkan paling sedikit 30 sks dan IPK ≥ 2,00;

    b)       Mendapat ijin tertulis.

    Mahasiswa yang terpaksa menghentikan studi untuk sementara karena halangan yang tidak dapat dihindarkan, yaitu:

    1)       Kecelakaan dengan melampirkan surat keterangan dari rumah sakit atau surat keterangan yang dapat dipertanggungjawabkan.

    2)       Sakit lebih dari satu bulan dengan menunjukkan surat keterangan dari rumah sakit.

    3)       Melahirkan.

    4)       Kegiatan-kegiatan mahasiswa yang dapat mengharumkan nama Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal dan menyebabkan mahasiswa tidak dapat mengikuti kegiatan akademik selama satu bulan atau lebih, dapat mengambil cuti akademik setelah mendapat persetujuan Ketua Sekolah Tinggi.

    1. Selama masa studi mahasiswa dapat menghentikan studi sementara maksimal 2 (dua) semester berturut-turut, dengan maksimal dua kali pengajuan.
    2. Izin penghentian studi sementara tidak dibenarkan untuk semester yang telah lalu (tidak berlaku surut).
    3. Masa penghentian studi sementara tidak diperhitungkan dengan lama studi yang bersangkutan.

     

    8.       Penyelenggaraan, Persyaratan, dan Upacara Wisuda

    1. Sekolah Tinggi menyelenggarakan upacara wisuda sebanyak-banyaknya dua kali periode kelulusan dalam satu tahun.
    2. Mahasiswa yang telah dinyatakan lulus dari suatu program pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal wajib mengikuti upacara wisuda pada periode kelulusannya.
    3. Setiap lulusan wajib membayar biaya penyelenggaraan upacara wisuda yang besarnya ditetapkan Ketua Sekolah Tinggi.
    4. Setiap angkatan wajib menyumbangkan buku referensi buku sesuai program studi sebanyak 10 buku kepada UPT Perpustakaan melalui program studi masing-masing, yang secara simbolik pada waktu upacara wisuda diserahkan wisudawan kepada Ketua Sekolah Tinggi.
    5. Wisudawan terbaik adalah lulusan dengan IPK yang tertinggi (minimal 3,00) dan lama studi terpendek (sebanyak-banyaknya lama penjadwalan program studi ditambah 2 semester bagi mahasiswa S1 dan 1 semester bagi mahasiswa program profesi).
    6. Ketua Sekolah Tinggi memberikan penghargaan berupa piagam kepada Wisudawan “Dengan Pujian”, Sangat memuaskan” dan Memuaskan dari setiap program studi dalam periode kelulusan.

     

    9.       Gelar Dan Sebutan

    1. Gelar akademik diberikan untuk lulusan program sarjana.
    2. Sebutan profesional diberikan untuk lulusan program profesi dan vokasi.
    3. Penggunaan gelar akademik untuk sarjana dalam bentuk singkatan ditempatkan di belakang nama yang berhak atas gelar yang bersangkutan.
    4. Penggunaan sebutan profesional dan vokasional dalam bentuk singkatan ditempatkan di belakang nama yang berhak atas sebutan profesional yang bersangkutan.

     

    Syarat pemberian gelar dan sebutan:

    1)       Telah menyelesaikan semua kewajiban dan atau tugas yang dibebankan dalam mengikuti pendidikan program sarjana atau program profesi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

    2)       Telah menyelesaikan kewajiban administrasi dan keuangan berkenaan dengan program studi yang diikuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

    3)       Telah dinyatakan lulus.

    Jenis gelar akademik dan sebutan profesional berikut bidang keahlian serta singkatannya mengikuti SK Mendiknas yang berlaku.

     

    10.   Ketentuan Penampilan Mahasiswa

    Selama proses belajar mengajar:

    1. Mahasiswa wajib berpakaian rapi, sopan, dan bersepatu.
    2. Mahasiswa tidak diperkenankan mengenakan pakaian berbahan kaos, jeans, dan pakaian ketat.
    3. Mahasiswa tidak diperkenankan mengenakan perhiasan yang berlebihan.
    4. Mahasiswa tidak diperkenankan memakai make up yang berlebihan.
    5. Rambut tidak diperkenankan dicat warna

     

    11.   Pelanggaran Akademik

    Jenis Pelanggaran Akademik adalah sebagai berikut:

    Pelanggaran Akademik Ringan :

    1)       Penyontekan

    2)       Perbantuan atau percobaan perbantuan Pelanggaran Akademik Ringan

    3)       Penyertaan dalam Pelanggaran Akademik Ringan

    Pelanggaran Akademik Sedang :

    1)       Perjokian

    2)       Plagiat

    3)       Perbantuan atau percobaan perbantuan pelanggaran akademik sedang

    4)       Penyertaan dalam Pelanggaran Akademik Sedang

    Pelanggaran Akademik Berat :

    1)       Pemalsuan

    2)       Penyuapan

    3)       Perbantuan atau percobaan perbantuan Pelanggaran Akademik Berat

    4)       Penyertaan dalam Pelanggaran Akademik Berat

     

    12.   Sanksi terhadap Pelanggaran Akademik

    Sanksi Akademik terhadap Mahasiswa

    Sanksi terhadap Pelanggaran Akademik Ringan

    1)       Peringatan keras secara lisan oleh petugas ataupun tertulis oleh pimpinan sekolah tinggi/ketua jurusan/program studi/ketua bagian.

    2)       Pengurangan nilai ujian dan atau pernyataaan tidak lulus pada matakuliah atau kegiatan akademik dilaksanakan oleh dosen pengampu yang bersangkutan atas permintaan pimpinan sekolah tinggi/ketua jurusan ataupun tidak.

    1. Sanksi terhadap Pelanggaran Akademik Sedang adalah dicabut hak/izin mengikuti kegiatan akademik untuk sementara oleh pimpinan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal paling lama 2 (dua) semester.
    2. Sanksi terhadap Pelanggaran Akademik Berat adalah setinggi-tingginya pemecatan atau dikeluarkan (dicabut status kemahasiswaannya secara permanen) oleh pimpinan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal. 
    Berita Kemahasiswaan

    Pengumuman Pengambilan KHS Semester genap 2014/2015

    2015-09-19 - 03:42:am | Kategori Kemahasiswaan | oleh dona

    Diberitahukan kepada semua mahasiswa Stikes Kendal, Bahwa Pengambilan KHS Semester genap 2014/2015 dilakukan di BAAK dengan menunju.....Baca Selanjutnya

    Lokakarya Pengembangan Karakter Bagi Mahasiswa 2015 (masih ada kuota angkatan II)

    2015-09-08 - 11:48:am | Kategori Kemahasiswaan | oleh dona

    Dalam rangka mengembangkan potensi dan jiwa kepemimpinan mahasiswa yang antara lain diwujudkan dalam sikap, perilaku dan kepribadianyang .....Baca Selanjutnya

    Berita Kegiatan

    PEMBAHASAN SOAL UJI KOMPETENSI

    2016-09-19 - 04:00:pm | Kategori Kegiatan | oleh dona

    Diberitahukan kepada Alumni dan Calon Alumni Ners STIKES Kendal bahwa pada:

    hari: Rabu s/d Jumat

    tanggal: 21 s/d 23 Septemb.....Baca Selanjutnya

    Tracer Studi Untuk Alumni

    2016-09-19 - 03:42:pm | Kategori Kegiatan | oleh dona

    Diberitahukan kepada seluruh alumni STIKES Kendal bahwa guna pendataan para.....Baca Selanjutnya

    Berita Akademik
    Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal
    Jl. Laut No. 31A Kendal Jawa Tengah 51311
    Telp: 0294-381343 fax :0294-381834 email : info@stikeskendal.ac.id