Polling Bulan Ini

Bagaimanakah PBM semester Gasal 2015 - 2016

sangat baik
Baik
Cukup
Kurang baik

Lihat Hasil Polling
Download Terbaru
Hubungi Kami
  • Untuk info lebih lanjut, silahkan hubungi kami via YM.

  • NERS
    Share this article on :

    A.     Kerangka Konsep Pendidikan Ners

    1.       Falsafah Keperawatan

    Dalam keperawatan, manusia dan kemanusiaan merupakan titik sentral setiap upaya pelayanan kesehatan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan sesuai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.  Bertolak dari  pandangan ini keperawatan  meyakini paradigma dengan empat  konsep dasar yaitu manusia, lingkungan, sehat dan keperawatan.

    a.       Manusia.

    Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa merupakan satu kesatuan yang utuh dan unik sebagai cerminakan tiga komponen body, mind, dan spirit yang saling berpengaruh. Untuk dapat melangsungkan kehidupannya, kebutuhan manusia harus terpenuhi secara seimbang yang mencakup bio-psiko-sosio-spiritual-kultural.

    Manusia mempunyai siklus kehidupan hidup meliputi: tumbuh kembang dan memberi keturunan, kemampuan mengatasi perubahan dunia dengan menggunakan  berbagai mekanisme baik yang dibawa sejak lahir maupun yang didapat yang pada dasarnya bersifat biologis, psikologis, sosial, spiritual dan kultural, kapasitas berfikir, belajar, bernalar, berkomunikasi, mengembangkan budaya dan nilai-nilai.

    Manusia berorientasi kepada waktu, mampu berjuang untuk mencapai tujuan dan mempunyai keinginan untuk mewujudkan diri, selalu berusaha untuk mempertahankan keseimbangan melalui interaksi dengan lingkungannya dan berespon secara positif terhadap perubahan lingkungan melalui adaptasi dan memperbesar potensi dan meningkatkan kapasitas kemampuannya.

    Manusia selalu mencoba mempertahankan kebutuhannya melalui serangkaian peristiwa antara lain belajar, menggali serta menggunakan sumber-sumber yang diperlukan sesuai dengan potensi, keterbatasannya, memiliki potensi untuk terlibat secara aktif dalam pemenuhan kebutuhan dasarnya.

    Dengan demikian manusia dalam keperawatan yang menjadi sasaran pelayanan keperawatan dan disebut klien adalah mencakup individu, keluarga, kelompok dan komunitas yang selalu dapat berubah untuk mencapai keseimbangan terhadap lingkungan disekitarnya melalui proses adaptasi.

     

    b.      Lingkungan

    Lingkungan dalam keperawataan adalah faktor yang dapat mempengaruhi kesehatan manusia yang mencakup lingkungan internal dan eksternal. Lingkungan internal adalah lingkungan yang berasal dari dalam manusia  itu sendiri yang mencakup; faktor genetik, maturasi biologi, jenis kelamin, emosi (psikologis), dan predisposisi terhadap penyakit serta faktor perilaku.Sedangkan yang dimaksud dengan lingkungan ekternal  adalah lingkungan disekitar manusia mencakup  lingkungan fisik, biologik, sosial, kultural dan spiritual.

    Lingkungan eksternal diartikan juga sebagai lingkungan masyarakat yang berarti: kumpulan individu yang terbentuk karena antara manusia, budaya dan aspek spiritual yang dinamis, mempunyai tujuan dan sistem nilai  serta berada dalam suatu  hubungan  yang bersifat saling bergantung yang terorganisir.

    Masyarakat adalah sistem sosial  dimana semua orang bersatu untuk saling membantu  dan melindungi  untuk kepentingan bersama  dalam hubungannya  dengan lingkungan dan untuk mencapai tingkat pemenuhan  kebutuhan dasar secara optimal.

    Manusia sebagai makluk sosial selalu berinteraksi dengan lingkungan dengan lingkungan secara dinamis dan kemampuan  manusia berespon terhadap  lingkungan akan mempengaruhi  derajat kesehatan.

     

    c.       Sehat.

    Sehat adalah suatu keadaan dalam rentang sehat-sakit yang dapat  diartikan keadaan sejahtera fisik, mental dan sosial dan tidak  hanya terbebas dari penyakit  atau kelemahan. Kesehatan diyakini sebagai keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi sesuai undang-undang No 23 tahun 1992 tentang Kesehatan.

    Sehat adalah tanggung jawab individu yang harus diwujudkan sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia  seperti dimaksudkan dalam pembukaan UUD 1945. oleh karena itu harus dipertahankan dan ditingkatkan melalui  upaya-upaya promotif, preventif dan kuratif.

    Sehat ditentukan oleh kemampuan individu, keluarga, kelompok atau komunitas  untuk membuat tujuan yang realistik serta kemampuan untuk menggerakkan energi serta sumber- sumber yang tersedia dalam mencapai tujuan tersebut secara efektif dan efisien. Sehat dilihat dari berbagai tingkat yaitu tingkat  individu, keluarga, komunitas dan tingkat masyarakat.

     

    d.      Keperawatan

    Keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan, didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan, ditujukan kepada individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat baik sehat maupun sakit yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia sejak fertilisasi sampai akhir hayat. Lingkup keperawatan meliputi promosi kesehatan, mencegah sakit, memberi asuhan pada orang sakit dan yang mengalami ketidakmampuan serta mendampingi klien saat sakaratul maut dengan bermartabat. Peran kunci perawat lainnya adalah memberikan advokasi pada klien, memberikan lingkungan yang aman, meningkatkan kemampuan profesional melalui penelitian dan menggunakan hasil penelitian, berpartisipasi didalam kebijakan manajemen sistem pelayanan kesehatan dan pendidikan.

     

    2.       Keperawatan Sebagai Profesi

    Keperawatan adalah  suatu  profesi yang mengabdi kepada  manusia dan kemanusiaan, mendahulukan kepentingan kesehatan dari masyarakat diatas kepentingannya  sendiri, suatu bentuk pelayanan/ asuhan yang bersifat humanistik, menggunakan pendekatan holistik, dilaksanakan berdasarkan ilmu dan kiat keperawatn, serta menggunakan kode etik keperawatan sebagai tuntunan utama dalam melaksanakan pelayanan/ asuhan keperawatan.

    Pernyataan tersebut diperjelas dengan pandangan berbagai pakar keilmuan keperawatan tentang  pengertian keperawatan antara lain sebagai berikut :

    Virginia Handerson (1960) mendefinisikan keperawatan secara fungsional sebagai berikut. ”The unique function of the nurse is to assist the individual, sick or well, in the performance of those activities contributing to health  or its  recoveri9 or to a peaceful death ) that the would perform  unaided if he had the strength, will, or knowledge.This unique function of the nurse is a helping art, it is also a science”

    Martha  E Roger (1970) mendefinisikan keperawatan sebagai berikut ; “Nursing is humanistic science dedicated to compassionate concern for maintaining and promoting health, preventing illness, caring for rehabilitating the sick and disable. Nursing is a learn profession that both a scince and an art “

    Selanjutnya Henderson (1978) menyatakan bahwa: ”Nursing is primarily assisting the individual (sick or well) in the performance of those activities contributing to health, or is  recovery (or to peacefull death that he  would perform unaided if  he had the necessary strength, or knowledge. It is likewise the unique contribution of nursing to  help the individual to be independent of such assistance as soon as possible”

    Pada lokakarya Nasional (1983) yang merupakan awal diterimanya profesionalisme keperawatan di Indonesia, mendefinisikan:” keperawatan sebagai suatu bentuk pelayanan professional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan, didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan, berbentuk pelayanan bio-psiko-sosio-spiritual yang komprehensif, ditujukan kepada individu, keluarga dan masyarakat, baik sakit maupun sehat yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia. Pelayanan keperawatan berupa bantuan yang diberikan karena adanya kelemahan fisik dan mental, keterbatasan pengetahuan, serta kurangnya kemauan menuju kepada kemampuan melaksanakan kegiatan sehari-hari secara mandiri.

    International  Council of Nurses (2007) mendefinisikan; “Nursing  encompasses autonomous and collaborative care of indivuals of all ages, families, groups and communities, sick or well and in  all settings. Nursing includes the promotion of health, prevention of illness, and the care of ill, disable and dying people. Advocacy, promotion of safe environtment, research, participation in shaping health policy and in patient and health system management, and education are also key nursing roles “

    Tingkat pemahaman tentang keperawatan sebagai profesi akan tercermin antara lain pada langkah-langkah yang dilakukan dalam pengembanan dan pembinaan pelayanan/ asuhan keperawatan  kepada masyarakat . Berbagai jenjang pelayanan/asuhan keperawatan harus dikemabngkan, mencakup pelayanan/ asuhan keperawatan primer, sekunder, dan tertier. Rujukan keperawatan dikembangkan dan dilaksanakan secara efektif dan efisien sesuai dengan ketenagaan dan fasilitas kesehatan/keperawatan yang ada  baik rujukan keperawatan yang bersifat intra institusi pelayanan kesehatan maupun rujukan yang bersifat inter institusi. Berbagai sifat pelayanan/asuhan keperawatan baik yang bersifat saling bergantung antara pelayanan/ asuhan profesional  (interdependen), maupun pelayanan/asuhan yang bersifat mandiri (independent) dapat dilaksanakan sesuia dengan hakikat keperawatan sebagai profesi.

     

    3.       Keperawatan sebagai Pelayanan Profesional.

    Berdasarkan sifat dan hakikat pelayanan/ asuhan keperawatan yaitu menuju tercapainya kemandirian klien dalam memenuhi kebutuhan dasarnya secara optimal, menyebabkan keperawatan dalam melaksanakan pelayanan keperawatan kepada masyarakat terdapat pada seluruh tatanan pelayanan kesehatan. Pelayanan/ asuhan keperawatan meliputi seluruh kehidupan manusia bersifat berkelanjutan sepanjang klien membutuhkan bahkan sampai saat klien menjelang akhir hayat.

    Sebagai pelayanan profesional, keperawatan mempunyai karakteristik sebagai berikut  (Schein E H 1972) :

    1. Profesional berbeda dengan amatir adalah terikat dengan pekerjaan seumur hidup yang merupakan penghasilan sumber utama.
    2. Profesional mempunyai motivasi kuat atau panggilan sebagai landasan bagi pemilihan karier profesionalnya, dan mempunyai komitmen seumur hidup yang mantap terhadap kariernya.
    3. Profesional memiliki kelompok ilmu pengetahuan yang mantap dan kokoh serta ketrampilan khusus yang diperolehnya melalui pendidikan dan latihan yang lama.
    4. Profesional mengambil keputusan demi kliennya, berdasarkan aplikasi prinsip- prinsip dan teori- teori.
    5. Profesional berorientasi kepada pelayanan menggunakan keahlian demi kebutuhan klien.
    6. Pelayanan yang diberikan kepada klien didasarkan pada kebutuhan objektif klien.
    7. Profesional lebih mengetahui apa yang baik untuk klien dari pada klien sendiri, mempunyai otonomi dalam mempertibangkan tindakannya.
    8. Profesional membentuk perkumpulan profesi yang menetapkan kriteria penerimaan, standar pendidikan, perizinan atau ujian masuk formal, jalur karier dalam profesi dan batasan kewenangan profesi.
    9. Profesional  mempunyai kekuatan dan status dalam bidang keahlian dan pengetahuan mereka dianggap khusus.
    10. Profesional dalam menyediakan pelayanan biasanya tiak diperbolehkan mengadakan advertensi atau mencari klien.

    Selanjutnya Flaherty MJ, (1979) berpendapt bahwa disamping sifat keperawatan yang hakiki seperti asuhan humanistik (humanistic caring), pemeliharaan/ pengasuhan (nurturing), memberi kenyamanan  (comforting), dan memberikan dukungan (supporting) perlu ditambahkan karakteristik profesionalisme sesungguhnya yang mencakup pendidikan (education), kode etik (code of ethics), penguasaan keahlian/ ketrampilan (mastery of craft), keanggotaan dalam organisasi keprofesian, dan akontabilitas untuk tindakan (accountability for action).

    Shortrige,L.M.(1982) berpendapat bahwa karakteristik esensial suatu profesi adalah :

    1. Kode etik  adalah pedoman keterlaksanaan standar dan tanggung jawab profesi.
    2. Orientasi kepada pelayanan ; komitmen untuk meberikan asuhan oleh pakar dalam memenuhi kebutuhan asuhan kesehatan klien; menempatkan pelayanan diatas kepentingan pribadi; hak klien untuk mendapat pelayanan dari mereka ysng kompeten  dan menyatakan diri sebagai ’client advocate’
    3. Berdasarkan ilmu pengetahuan yang kokoh; menggunakan berbagai konsep,teori dan prinsip sebagai landasan asuhan; pengalaman belajar dan praktik; kebutuhan untuk terus belajar.
    4. Otonomi ; kewenangan dan tanggung jawab mengatur dan mengontrol praktik dan tanggung jawab.

    Menurut Miller, BK (1985) atribut yang sangan penting dari profesionalisme dalam keperawatan  adalah :

    1. Memperoleh dan  menambah tubuh pengetahuan (body of knowledge) dalam tatanan universitas, dan orientasi keilmuan pada tingkat pasca sarjana dalam keperawatan.
    2. Mencapai kompetensi dengan landasan teoritik , dimana diagnosis dan penyembuhan respon manusia terhadap masalah kesehatan yang potensial dapat dilaksanakan.
    3. Menguraikan secara spesifik ketrampilan serta kompetensi serta kompetensi yang merupakan batas dari keahliannya.

     

    4.       Praktik Keperawatan.

    Kelompok kerja keperawatan   konsorsiom Ilmu Kesehatan (1992)  menguraikan pengertian Praktik Keperawatan sebagai berikut: Praktik keperawatan adalah tindakan mandiri perawat profesional melalui kerjasama bersifat kolaboratif dengan klien dan tenaga kesehatan lainnya dalam memberikan asuhan keperawatan sesuai lingkup wewenang dan tanggung jawabnya. 

    Praktik keperawatan sebagai tindakan keperawatan profesional menggunakan pengetahuan teoritik yang mantap dan kokoh dari berbagai ilmu dasar ( biologi, fisika, biomedik, perilaku, sosial ) dan ilmu keperawatan  sebagai landasan untuk melakukan pengkajian, diagnosis, menyusun perencenaan, melaksanakan asuhan keperawatan dan evaluasi hasil-hasil tindakan keperawatan, serta mengadakan penyesuaian rencana keperawatan untuk menentukan tindakan selanjutnya.

    Sedangkan ”asuhan keperawatan ” adalah proses atau rangkaian kegiatan pada praktik keperawatan yang langsung diberikan kepada klien/pasien, pada berbagai  tatanan pelayanan kesehatan, dengan menggunakan  metodologi proses keperawatan, berpedoman pada standard keperawatan  dilandasi etik dan etiket keperawatan, dalam lingkup dan wewenang  serta tanggung jawab keperawatan.    

     

    5.       Dasar Pengembangan Kurikulum

    Dasar pengembangan kurikulum pendidikan Ners di Indonesia mengutamakan pada pencapaian kompetensi akhir bagi setiap peserta didik, melalui proses pembelajaran bertahap, agar mampu menyelesaikan masalah secara ilmiah dengan menggunakan pendekatan asuhan keperawatan, baik di klinik maupun di komunitas yang selalu berorientasi pada konsep: (a)  Sehat-Sakit,  (b) Etika Keperawatan,  (c) Keberagaman Budaya, (d) Hubungan Perawat-pasien, (5) Caring (Pengasuhan).

    a.       Sehat-Sakit

    Sehat adalah suatu keadaan yang dinamis dalam rentang sehat sakit yang dapat diartikan sebagai suatu keadaan sejahtera fisik, mental dan sosial yang tidak hanya terbebas dari penyakit atau kelemahan.

    Sehat adalah tanggung jawab individu yang harus diwujudkan sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia seperti yang dimaksudkan dalam Undang-Undang Dasar 1945. Oleh karena itu harus dipertahankan dan ditingkatkan melalui upaya-upaya promotif, preventif, rehabilitatif dan kuratif.

    Selain itu sehat ditentukan oleh kemampuan individu, keluarga, kelompok atau komunitas untuk membuat tujuan yang realistik. Sehat ditentukan juga oleh kemampuan untuk menggerakkan energi dan sumber-sumber yang tersedia secara efektif dan effisien dalam mencapai tujuan tertentu.

    b.      Etika Keperawatan

    Etika adalah suatu prinsip dan metode yang sistematik untuk membedakan antara yang benar dari yang salah, antara yang baik dari yang buruk. Budaya, teknologi, agama / kepercayaan, dan perbedaan status ekonomi menjadi dasar untuk penetapan keputusan terkait dengan masalah etika.

    Konsep etika keperawatan meliputi praktik keperawatan yang berdasarkan pada pemikiran inovatif dan antisipatif tentang tanggung jawab dan kewajiban ners terhadap pasien.

    c.       Keberagaman Budaya

    Dalam memberikan asuhan keperawatan kepada pasien, ners harus memperhatikan aspek keberagaman budaya. Hal ini menjadi dasar pemikiran bahwa setiap pasien itu adalah individu yang unik. Pengembangan asuhan keperawatan mengacu pada keberagaman budaya, perbedaan gaya hidup, kepercayaan yang dianut,  simbol dan pola budaya pasien.

    d.       Hubungan Perawat-Klien

    Hubungan perawat-pasien adalah suatu hubungan interpersonal yang profesional dan terapeutik.Tujuan dari hubungan ini adalah untuk memenuhi kebutuhan pasien, bukan kebutuhan tim kesehatan. Hubungan profesional perawat dan pasien didasarkan pada pemahaman bahwa pasien adalah orang yang paling tepat untuk membuat keputusan. Peran utama tim kesehatan dalam membantu pasien membuat keputusan adalah memfasilitasi dan memberdayakan potensi internal pasien. Dengan demikian, hubungan yang terjadi haruslah menguntungkan pasien dan tidak memiliki efek yang negatif bagi pasien.

    e.       Caring (Pengasuhan)

    Caring adalah proses interpersonal yang menunjukkan perilaku  yang berhubungan dengan orang lain dalam memfasilitasi perkembangan seseorang. Tema konseptual caring ini mengandung tingkat pemahaman peserta didik selama proses pendidikan terhadap keberadaan pasien yang sedang mengalami satu atau beberapa masalah kesehatan.

     

     

    6.  Pendekatan Utama dalam Proses Pembelajaran

    Setiap institusi penyelenggara pendidikan Ners harus melakukan pendekatan utama dalam setiap proses pembelajaran dengan menggunakan prinsip: (a) Menyelesaikan masalah secara ilmiah (b) Pembelajaran berfokus pada peserta didik (c) Berorientasi pada kebutuhan masyarakat, dan (d) Berorientasi ke masa depan.

    a.       Menyelesaikan Masalah secara Ilmiah

    Kemampuan menyelesaikan masalah secara ilmiah ditumbuhkan sejak dini dan dibina melalui berbagai bentuk pengalaman belajar terintegrasi. Metoda ini merupakan landasan utama untuk menumbuhkan dan membina kemampuan memahami dan menerapkan proses keperawatan dalam melaksanakan asuhan keperawatan.

    Proses keperawatan merupakan metode ilmiah dalam penyelesaian masalah, mulai dari pengkajian, menetapkan diagnosa, merencanakan tindakan, melaksanakan tindakan, sampai dengan evaluasi dan menetapkan tindak lanjut.

    b.      Pembelajaran Berfokus pada Peserta Didik

    Peserta didik diarahkan untuk belajar aktif dan mandiri melalui metode pembelajaran berfokus pada peserta didik dengan mengoptimalkan sumber-sumber pembelajaran untuk mencapai kompetensi ners.

    c.       Berorientasi Pada Kebutuhan Masyarakat

    Pengalaman belajar pada pendidikan ners dilaksanakan dan dikembangkan berdasarkan kebutuhan masyarakat,  melalui pengalaman belajar di tatanan nyata baik di klinik maupun di masyarakat.

    Melalui pembelajaran ini kemampuan serta kepekaan peserta didik untuk mengidentifikasi berbagai masalah keperawatan yang dihadapi masyarakat dan kemampuan menyelesaikannya akan terlatih secara bertahap dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi keperawatan terkini, serta memanfaatkan berbagai sumber dan kemampuan yang ada di masyarakat. Disamping itu peserta didik dapat melakukan sosialisasi professional kepada masyarakat.

     

     d.      Berorientasi ke masa depan

    Peserta didik selalu diorientasikan pada perkembangan ke masa depan dengan mengikuti perkembangan profesi, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) terkini, trend issue kesehatan dan tuntutan kebutuhan masyarakat,  sehingga mereka tidak tertinggal oleh perkembangan global. Kemampuan untuk berorientasi ke masa depan akan membiasakan diri seorang peserta didik untuk siap dan terbuka menerima       berbagai perubahan yang terjadi.

              Program pendidikan Ners dikembangkan berdasarkan pada Kurikulum Berbasis Kompetensi, sehingga diharapkan  implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi ini dapat menghasilkan lulusan ners yang kompeten dan berbudi luhur. Ners yang memiliki pengetahuan, sikap, dan perilaku profesional, berlandaskan pada aspek etik dan legal profesi, serta menguasai IPTEK agar dapat memenuhi kebutuhan pasien dan menjamin pelayanan yang aman serta akuntabel.

     

    B.     Profil Lulusan Sarjana Keperawatan Dan Ners

    Profil yang diharapkan dari lulusan Sarjana Keperawatan Ners Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal adalah sebagai berikut:

    1. Profesional Care Provider (Pemberi Asuhan Keperawatan)
    2. Community Leader (Pemimpin di Komunitas)
    3. Educator (Pendidik)
    4. Manager (Pengelola)
    5. Researcher (Peneliti Pemula)

     

    I.          Elemen Kompetensi Program Pendidikan Ners

    Sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 232/U/2000 tentang pedoman penyusunan kurikulum pendidikan tinggi dan penilaian hasil belajar, serta Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 045/U/2002 tentang kurikulum inti pendidikan tinggi, sehingga kurikulum pendidikan sarjana keperawatan dan Ners disusun dengan elemen kompetensi sebagai berikut:

    1. Landasan Kepribadian.
    2. Penguasaan Ilmu dan Keterampilan
    3. Kemampuan Berkarya
    4. Sikap dan Perilaku Dalam Berkarya
    5. Pemahaman Kaidah Berkehidupan Bermasyarakat.

     

    J.       Kompetensi Sarjana Keperawatan dan Ners

    Kompetensi utama Sarjana Keperawatan dan ners sama, namun sarjana keperawatan tidak mempunyai kewenangan untuk melakukan asuhan keperawatan langsung sebelum mengikuti program Ners di klinik. Kompetensi lulusan sarjana keperawatan Ners di STIKES KENDAL adalah sebagai berikut:

    1.       Kompetensi utama

    1. Komunikasi secara efektif
    2. Pendidikan kesehatan
    3. Menerapkan aspek etik dan legal dalam praktik keperawatan*
    4. Melaksanakan asuhan keperawatan professional di tatanan klinik dan komunitas*
    5. Mengaplikasikan kepemimpinan dan manajemen keperawatan*
    6. Menjalin hubungan interpersonal
    7. Melakukan penelitian sebagai peneliti pemula
    8. Mengembangkan profesionalisme secara terus menerus atau belajar sepanjang hayat

    2.       Kompetensi Pendukung & lainnya

    1. Tanggap dalam kegawatdaruratan
    2. Melaksanakan asuhan keperawatan intensive
    3. Melaksanakan asuhan keperawatan komunitas rural
    4. Tanggap keperawatan penyakit global*
    5. Melakukan trauma Healing pasca bencana*
    6. Menerapkan teknologi informasi dalam keperawatan
    7. Mampu menerapkan enterpreunership dengan praktik mandiri keperawatan*

    1)       Wound care

    2)       Home Health care

    3)       Konseling Laktasi

    1. Menguasai bahasa asing (bahasa Inggris)
    2. Nursing advocacy*

    Keterangan  *) : belum memiliki kewenangan untuk melakukan.

     

    K.     Unit Kompetensi Sarjana Keperawatan Ners

    Kompetensi utama, pendukung dan lainnya diatas dijabarkan dalam unit-unit kompetensi sebagai berikut:

    1. Mampu melakukan komunikasi yang efektif dalam memberi asuhan
    2. Mampu menerapkan pengetahuan, kerangka etik dan legal dalam sistem kesehatan yang
    3. berhubungan dengan keperawatan
    4. Mampu membuat keputusan etik
    5. Mampu memberikan asuhan peka budaya dengan menghargai etnik, agama atau faktor lain dari  setiap klien yang unik *)
    6. Mampu menjamin kualitas asuhan holistik secara kontinyu dan konsisten  *)
    7. Mampu menggunakan teknologi dan informasi  kesehatan secara efektif
    8. Mampu menggunakan proses keperawatan dalam menyelesaikan masalah klien *)
    9. Mampu memberikan pendidikan kesehatan kepada klien sebagai upaya pencegahan primer,
    10. sekunder dan tertier. 
    11. Mampu berkontribusi untuk meningkatkan kemampuan sejawat
    12. Mampu menjalankan fungsi advokasi untuk mempertahankan hak klien agar dapat mengambil
    13. keputusan untuk dirinya *)
    14. Mampu menggunakan  prinsip-prinsip peningkatan kualitas berkesinambungan dalam praktik
    15. Mampu mendemonstrasikan  keterampilan teknis keperawatan sesuai standar yang  berlaku atau secara kreatif dan inovatif sehingga pelayanan yang diberikan efisien dan efektif*)
    16. Mampu mengkolaborasikan berbagai aspek dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan klien *)
    17. Mampu melaksanakan terapi modalitas sesuai dengan kebutuhan *)
    18. Mampu mewujudkan lingkungan yang aman secara konsisten melalui penggunaan strategi
    19. menjamin kualitas dan manajemen resiko
    20. Mampu melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebijakan yang berlaku dalam bidang kesehatan *)
    21. Mampu mengkolaborasikan pelayanan keperawatan *)
    22. Mampu memberikan dukungan kepada tim asuhan dengan mempertahankan akontabilitas asuhan keperawatan yang diberikan *)
    23. Mampu menggunakan keterampilan interpersonal yang efektif dalam kerja tim dan pemberian asuhan keperawatan dengan mempertahankan hubungan kolaboratif *)
    24. Mampu merancang, melaksanakan proses penelitian sederhana  dalam upaya peningkatan kualitas asuhan keperawatan.
    25. Mampu memanfaatkan hasil penelitian dalam upaya peningkatan kualitas asuhan keperawatan. *)
    26. Mampu mengembangkan pola pikir kritis, logis dan etis dalam mengembangkan asuhan keperawatan.
    27. Mampu mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi di bidang keperawatan dan kesehatan.
    28. Mampu mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan kemampuan professional
    29. Mampu berkontribusi dalam mengembangkan profesi keperawatan

    Keterangan  *) : belum memiliki kewenangan untuk melakukan.

     

    Berita Kemahasiswaan

    Pengumuman Pengambilan KHS Semester genap 2014/2015

    2015-09-19 - 03:42:am | Kategori Kemahasiswaan | oleh dona

    Diberitahukan kepada semua mahasiswa Stikes Kendal, Bahwa Pengambilan KHS Semester genap 2014/2015 dilakukan di BAAK dengan menunju.....Baca Selanjutnya

    Lokakarya Pengembangan Karakter Bagi Mahasiswa 2015 (masih ada kuota angkatan II)

    2015-09-08 - 11:48:am | Kategori Kemahasiswaan | oleh dona

    Dalam rangka mengembangkan potensi dan jiwa kepemimpinan mahasiswa yang antara lain diwujudkan dalam sikap, perilaku dan kepribadianyang .....Baca Selanjutnya

    Berita Kegiatan

    PEMBAHASAN SOAL UJI KOMPETENSI

    2016-09-19 - 04:00:pm | Kategori Kegiatan | oleh dona

    Diberitahukan kepada Alumni dan Calon Alumni Ners STIKES Kendal bahwa pada:

    hari: Rabu s/d Jumat

    tanggal: 21 s/d 23 Septemb.....Baca Selanjutnya

    Tracer Studi Untuk Alumni

    2016-09-19 - 03:42:pm | Kategori Kegiatan | oleh dona

    Diberitahukan kepada seluruh alumni STIKES Kendal bahwa guna pendataan para.....Baca Selanjutnya

    Berita Akademik

    KUNJUNGAN DAN KULIAH PAKAR

    2017-10-16 - 11:12:am | Kategori Akademik | oleh dona

    STIKES Kendal mengadakan kunjungan sekaligus kuliah pa.....Baca Selanjutnya

    OPEN RECRUITMENT RS.HUSADA JAKARTA

    2017-09-22 - 02:55:pm | Kategori Akademik | oleh rya

    Kegiatan recruitment dilaksanankan pada hari Rabu, 27 September 2017 jam 09.00 WIB di Kampus STIKES Kendal

    Materi Ujian : Tes tert.....Baca Selanjutnya

    Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal
    Jl. Laut No. 31A Kendal Jawa Tengah 51311
    Telp: 0294-381343 fax :0294-381834 email : info@stikeskendal.ac.id